Kamus

Penyusunan kamus.

Post Comment|1 Liked It

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

Dalam makalah ini kami dari kelompok 10 akan berusaha memaparkan tentang tehnik atau sistematika penyusunan kamus (mu’jam). Dalam pembahasan kali ini banyak yang belum paham tentang bagaimana cara-cara untuk menyusun kamus melalui metode-metode yang akan dibahas pada makalah ini.

Mungkin yang kita ketahui bahwasanya kamus adalah kata leksikal yang disusun dengan alfabetis (berurutan dari A-Z) saja, padahal banyak kamus yang mempunyai ciri-ciri tersendiri seperti kamus makna (kamus yang dikelasifikasikan menurut topic) atau bias disebut juga kamus tematik. Ada juga kamus yang mempunyai ciri khas pada urutaan fonetik yaitu kamus yang diurutkan berdasarkan makharijul huruf bukan pada urutan hijai, dan sebagainya. Tetapi dari masing-masing kamus yang mempunyai ciri yang berbeda itu juga sudah pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, dalam masalah ini dikembalikan pada diri masing-masing sebesar apa keuntungan yang dapat diambil dari kamus-kamus itu.

Dalam makalah ini kami berusaha memaparkan masalah itu yaitu sistematika penyusunan kamus yang bermacam-macam beserta kekurangan dan kelebihannya masing-masing semampu kami. Dan penjelasan itu akan dibatasi dalam pembahasan penyusunan kamus bahasa arab.

Penulis berharap dengan pemaparan pada makalah ini bias menambah pengeetahuan pembaca dalam hal penyusunan kamus melalui tata cara dan karakteristik mu’jam yang dimiliki masing-masing mu’jam. 

BAB II

PEMBAHASAN

SISTEMATIKA PENYUSUNAN MU’JAM

Secara garis besar model penyusunan kamus-kamus bahas arab yang sdigunakan para leksokolog yaitu kamus ma’ani dan kamis lafdzi.

  1. system makna (kamus ma’ani)

System ini adalah model penyusunan kosa kata berdasarkan makna atau kelompok kosa kata yang maknanya sebidang (tematik). Misalnya kata kurikulum, materi ajar, buku, siswa, kuliah, semua entri tersebut dimasukan kedalam topic tarbiyah (pendidikan).

Latar belakang dari kamus in adalah teknik pencarian  makna kosa kata dengan metode sima’I, yaitu para leksikolog langsung turun ke lapangan atau ke pedalaman arab badui untuk mendengar dialog dan bahasa mereka.kemudian mereka mencatat semua temuan mereka tanpa  mengenal sistematika pembukuan yang terorganisir, mereka hanya mengklasifikasikan kosa kata beradasarkan teori al-huqul al-dalaliyah (semantic field). Teori bidang makna atau kosa kataq yang masih include di dalam bidang yang berdekatan maknanya.

Berikut ini beberapa kamus ma’ani berbahasa arab terkenal beserta rincian klesifikasi bidang makna yang termaktub didalamnya :

  1. kamus al-gharib al-musonnaf (Abu Ubaid w.224 H)

kamus dinilai sebagai kamus pertama yang menggunakan sisitem ma’ani dan dalam penyusunanya memerlukan 40 tahun. Dalam kamus ini ada 11 tema.

Tags:
Post Comment
comments powered by Disqus